My Melody 03/01/2016 - 04/01/2016 | Tak Semuanya Tentang Kamu!!!

Pages

Subscribe:
Saya adalah seorang mahasiswi yang mempunyai nama lengkap Siti Komalasari yang suka bercanda, suka selfie, dan masih suka kangen kamu

Kamis, 31 Maret 2016

Butuh Waktu



Untuk menjauh aku tidak akan berlari. Aku hanya akan berjalan, perlahan, terus melangkah, dan pelan-pelan melupakan. Meski berlari itu cepat, tapi suatu saat ia akan berhenti bahkan akan terjatuh, karena terlalu capek dan lelah, dan akhirnya tak sanggup lagi untuk berdiri dan melangkah.
Move on itu harus, tapi butuh proses, butuh waktu. Untuk itu, melupakan tak perlu terburu-buru.

Jika cinta tidak bisa dipaksakan, maka begitupun dengan melupakan. 

Aku pernah memaksakan apa yang ingin aku lupakan, tapi yang terjadi aku malah semakin ingat bahkan semakin kuat. Menyebalkan bukan? Mungkin hatiku belum sepenuhnya merelakan atau memang tidak sanggup untuk melupakan.

Aku pernah berkata, semua akan terasa ringan apabila diikhlaskan, tapi kenyataannya tak seringan itu untuk mengikhlaskan. Tidak semudah apa yang dikatakan.
Aku harus melalui hari-hari yang tak seperti biasanya, hari-hari yang begitu menyedihkan. 


Oh Tuhan, Allahku, aku hanya ingin perasaanku terhapuskan. Itu saja. Tak lebih.

Minggu, 20 Maret 2016

Asing

Aneh rasanya seharian tak ada pesan singkat darimu.
Bodohnya, aku masih tetap menunggu pesan itu. Padahal aku tau, itu sia-sia.

Aku berusaha untuk tetap kuat, untuk tetap tegar, dan aku selalu berusaha agar semuanya terlihat baik-baik saja.
Heiii, aku tidak baik-baik saja. Aku bohong, aku lemah tanpamu.
Kamu harus tau, aku tak sekuat yang kamu lihat. Aku berusaha untuk mencari kesibukan agar aku tak ingat bahwa aku sedang menunggu, tapi apa? Tetap saja pikiranku kacau karenamu.

Oh kamu, si brengsek yang sudah mengacaukan pikiranku. Kenapa harus sesulit ini untuk aku tak ingat kamu? Sebelum ada kamu, aku baik-baik saja. Setelah ada kamu, duniaku lebih baik. Setelah kamu pergi, seharusnya aku baik-baik saja.

Allahku, tolong genggam aku lebih kuat lagi, tolong netralisir perasaan yang aku punya.

Sekarang, aku benar-benar merasa asing. Benar-benar sepiii...
Mungkin aku hanya belum terbiasa dengan tidak adanya kamu. Semoga kelak aku bisa biasa saja karena sudah terbiasa tanpa kamu.


Sabtu, 19 Maret 2016

Selamat Tinggal, Pedih


Seharusnya cinta itu indah, tapi kenyataannya hanya membuat pedih. 
Bagiku cinta itu tak indah atau aku jatuh cinta pada orang yang salah? Lantas, untuk apa aku mepertahankan cinta yang seperti ini jika melepaskan jauh lebih melegakan.

Selama ini, terus saja kusimpan rasa kecewa hingga akhirnya sampai pada puncaknya, aku menyerah. Menyerah untuk tetap bertahan dengan kamu yang selalu menyepelekan kabar, kamu yang tak pernah punya waktu untuk bertemu, tapi selalu ada waktu untuk bersenang-senang dengan kawan-kawanmu, hingga akhirnya aku sadar, aku bukanlah prioritasmu. 
Bukan, bukan aku ingin selalu dikasih kabar, tapi apa salahnya meluangkan sedikit waktu untuk mengirim teks walau sekedar menyapa. Kamu tau, alasan aku tidak pernah menghubungimu terlebih dahulu kenapa? Karena aku wanita, yang bila tidak diberi kabar, aku hanya bisa menunggu. Dan aku tak mau mengganggu waktu senangmu. 

Kamu bilang, aku cuek, padahal sebenarnya aku begitu sangat peduli, sangat merindu. Tak pernah tertinggal dipengujung sholatku untuk menyelipkan namamu setelah kedua orangtuaku. 

Aku telah memberikan separuh dari hatiku untukmu, dan separuhnya aku simpan agar aku masih tetap hidup setelah tak ada kamu.Tidak, tanpamu aku masih tetap hidup, hanya saja mungkin tak akan seindah dulu

Kini, logikaku yang  memilih untuk pergi, meski hati sebenarnya ingin tetap tinggal
Terimakasih sudah mau-maunya mengenalku. Terimakasih sudah sudi meluangkan waktunya untuk kenal lebih dekat denganku. 

Doakan, agar aku selalu baik-baik saja seperti sebelum aku mengenal kamu dan mampu menjalani semuanya sendiri, tanpa bantuanmu, tanpa dirimu.
Powered By Blogger
Terimakasih telah sudi meluangkan waktunya hanya untuk membaca tulisan saya yang masih berantakan ini