Untuk menjauh
aku tidak akan berlari. Aku hanya akan berjalan, perlahan, terus melangkah, dan
pelan-pelan melupakan. Meski berlari itu cepat, tapi suatu saat ia akan
berhenti bahkan akan terjatuh, karena terlalu capek dan lelah, dan akhirnya tak
sanggup lagi untuk berdiri dan melangkah.
Move on itu harus, tapi butuh proses, butuh waktu. Untuk itu, melupakan tak perlu terburu-buru.
Move on itu harus, tapi butuh proses, butuh waktu. Untuk itu, melupakan tak perlu terburu-buru.
Jika cinta
tidak bisa dipaksakan, maka begitupun dengan melupakan.
Aku pernah
memaksakan apa yang ingin aku lupakan, tapi yang terjadi aku malah semakin
ingat bahkan semakin kuat. Menyebalkan bukan? Mungkin hatiku belum sepenuhnya
merelakan atau memang tidak sanggup untuk melupakan.
Aku pernah
berkata, semua akan terasa ringan apabila diikhlaskan, tapi kenyataannya tak
seringan itu untuk mengikhlaskan. Tidak semudah apa yang dikatakan.
Aku harus melalui hari-hari yang tak seperti biasanya, hari-hari yang begitu menyedihkan.
Aku harus melalui hari-hari yang tak seperti biasanya, hari-hari yang begitu menyedihkan.
Oh Tuhan, Allahku,
aku hanya ingin perasaanku terhapuskan. Itu saja. Tak lebih.





