Hai,
bree…apa kabar?
Sudah lama
kita tak saling sapa.
Ini bukan lagi perkara kangen, tapi rindu.
Kamu tau? rindu itu levelnya diatas kangen.
Andai ada yang melebihi rindu...
Andai ada yang melebihi rindu...
Dan kali ini,
rinduku sudah tak bisa dibendung lagi.
Sudah kucoba
untuk mengalihkan pikiran, tapi semua
yang aku lakukan sia-sia, pada akhirnya tetap sama, berujung padamu.
Kamu tak
pernah tau rasanya merindu ketika tak bisa lagi untuk bertemu.
Andai saja kamu
tau sesakit apa rasanya menahan rindu, mungkin kamu tak akan tega membiarkan
rindu ini terus tertahan. Aku merindukanmu melebihi perkiraanmu.
Oh Tuhan,
Allahku…maafkan aku. Aku benar-benar merindukannya.
Sering kali
aku bilang aku sudah tak perduli apapun yang menyangkutmu. Tapi percayalah, itu
hanya kepura-puraan agar aku tak merasa sakit lagi.
Aku berpura-pura seakan
semuanya baik-baik saja, normal-normal saja, tapi sebenarnya tidak.
Aku tak
sekuat seperti yang kamu kira, aku hanya berpura-pura untuk terlihat kuat. Aku hanya
pandai menyembunyikan perasaan. Itu saja.
Bagiku,
butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan semuanya, termasuk menghapuskan
perasaanku padamu.
Untuk kali
ini, bukan kamu yang melukaiku, tapi aku yang sudah melukai diriku sendiri
karena masih mencintaimu.






0 komentar:
Posting Komentar